Saturday, May 25, 2013

MEMBACA PIKIRAN LEWAT BAHASA TUBUH # 2 - MENDETEKSI KEBOHONGAN

Bohong adalah suatu sikap menyangkal suatu kebenaran. Seseorang yang berbohong akan berusaha dengan berbagai cara untuk menyembunyikan atau merubah "kebenaran" sesuatu agar tidak diketahui orang lain...

"Aku selalu jujur, kok! Sungguh!"

Bohong selalu memberikan dampak yang negatif, baik bagi korban maupun juga pelakunya. Bagi si korban, ia termakan oleh kelicikan si pembohong dan akhirnya berada dalam kondisi yang merugikan. Sedangkan bagi si pelaku, biarpun dalam jangka pendek kebohongan bisa meloloskannya dari himpitan situasi tapi dalam jangka panjang, kebohongan itu akan menghancurkan dirinya sendiri dan hanya akan berujung pada lahirnya kebohongan-kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya, yang justru semakin memperkeruh hidupnya.
Akan tetapi, meski begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan, bohong justru menjadi sifat yang universal karena setiap manusia di dunia pasti pernah dan akan melakukannya lagi. Lebih ironis lagi mayoritas kebohongan justru bersumber dari orang-orang terdekat anda sendiri. Memang miris rasanya, kalau berpikir bagaimana teman / sahabat yang telah anda percayai sekian lama justru mengkhianati kepercayaan anda di belakang.
Nah, tentu saja "mencegah lebih baik daripada mengobati", daripada terlanjur termakan oleh kebohongan lebih baik kalau kita bisa mengetahui ciri-ciri seseorang yang sedang berbohong sejak awal. Jadi apa sajakah tanda-tanda universal (berlaku secara umum) dari seorang pembohong?

1.  Menutup mulut

 

Orang yang baru saja berbohong, seringkali menutup mulutnya. Hal ini terjadi secara refleks dimana seseorang menyadari kalau iatelah bicara terlalu banyak dan berusaha untuk berhenti berbicara dengan lawan bicaranya. Biasanya refleks yang terjadi setelah si orang tersebut akan nampak gugup atau berusaha mengalihkan pembicaraan. Bila saat berbicara hal seperti ini terjadi ada kemungkinan bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh orang tersebut.


2.  Sulit atau tidak berani melakukan kontak mata secara langsung


Ungkapan bahwa mata adalah cerminan hati tampaknya bukan hanya sekedar kiasan. Orang yang berbohong memiliki kecenderungan takut menatap mata lawan bicaranya secara langsung. Mengapa demikian? Hal ini karena si pembohong sebearnya merasa malu sekaligus takut berhadapan langsung dengan orang yang tengah ia bohongi. Ia merasa tidak nyaman dengan tatapan langsung mengarah ke matanya yang menurut seolah memberi sugesti agar ia memberi tahu yang sebenarnya. Hal ini jauh lebih kuat apabila terjadi pada seorang teman yang sudah lama dikenalnya atau orang yang sangat ia hargai seperti orangtuanya.

3.  Menyentuh atau menggosok bagian bawah hidung


Pada sat berbohong, darah akan cenderung mengalir ke wajah. Hal ini dipicu oleh faktor adrenalin dan ketegangan yang terjadi saat seseorang sedang melakukan kebohongan. Banyaknya darah di wajah ini, membuat hidung terasa lebih hangat dan menimbulkan kegatalan padahal tidak mengidap alergi apapun. Hal yang sama juga kadang terjadi pada telinga.

4.  Menggosok mata, leher atau bagian wajah lainnya






Pada dasarnya memiliki konsep yang sama dengan sebab pembohong suka menyentuh hidungnya. Si pembohong seringkali berusaha menyentuh bagian tertentu wajahnya (terutama menggosokan matanya) saat berbohong. Alasannya seringkali karena ia merasa gatal atau terjadi begitu saja secara refleks. Padahal hal ini terjadi karena ia merasa tidak nyaman dengan kondisi pembicaraan yang ada dan ia tengah berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan lawan bicaranya bahwa apa yang ia katakan adalah kebenaran. Sebagai tambahan pria seringkali yang menggosok wajahnya lebih keras dari wanita. (mungkin para wanita takut make up-nya rusak?)

5.  Suka bergeser atau merubah posisi duduk


Ketika sedang dalam posisi duduk, apabila seseorang berbohong ia seringkali akan berpindah-pindah posisi tempat duduk, mulai dari berbalik kursi, bergeser ke kiri dan ke kanan, dll. Hal ini terjadi karena ia merasa tidak nyaman saat sedang menjalankan kebohongannya, sehingga ia sendiri merasa gugup dan berusaha mencari posisi yang sesantai atau senyaman mungkin baginya untuk mengatakan kebohongan sambil meyakinkan lawan bicaranya bahwa ia tengah mengatakan yang sebenarnya dengan pose yang dibuat seyakin mungkin.

6.  Kedipan mata yang cepat

 



Kedipan mata yang cepat menjadi tanda berikutnya seseorang yang berusaha menutupi kebohongannya.  Hal ini terjadi karena meningkatnya tekanan/stess yang dialami seseorang saat berbohong, Hal ini membuat matanya berkedip secara cepat karena adanya kecenderungan gugup ketika berbicara.

7.  Cenderung resah atau tidak tenang


Ketika berbohong, orang seringkali memiliki kecenderungan membuat gestur tangan yang tidak diperlukan, menggoyang-goyangkan kaki, gelisah, dan menampakkan raut wajah yang cenderung resah (meski demikian tanda yang satu ini seringkali mudah ditutupi oleh orang yang sudah ahli/sering bohong). Hal ini merupakan pertanda kalau orang tersebut sedang gelisah dan takut bagaimana kalau kebohongannya sampai terungkap. Hal ini membuatnya menjadi tidak fokus dan jadi salah tingkah.




Selain tanda-tanda tersebut masih ada beberapa kecenderungan lain seseorang yang tengah berbohong seperti cerita yang dibuat panjang lebar dan bila diceritakan pada orang lain ada detil yang berbeda/tidak cocok, serta memiliki kecenderungan gagap atau membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berbicara atau menjawab. (meski kadang terjadi kebohongan sudah disiapkan sebelum orang itu ditanyakan sehingga justru orang itu langsung spontan menjawab dengan kebohongan yang telah ia rancang sebelumnya).


Bagaimana Menangani si Pembohong

Lalu kalau sudah tahu orang itu berbohong apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan:
1. dengarkan saja apa yang ia katakan, tapi jangan percaya atau termakan omongannya

2. coba minta teman anda menanyakan pertanyaan yang sama, lalu kemudian cocokkan apakah ia ada bagian dari cerita si pembohong itu yang berbeda dengan yang sebelumnya diberitahukan si pembohong kepada anda

3. pancing pembicaraan secara halus ke arah dimana si pembohong tidak bisa mengelak

4. Labrak secara frontal, hal ini memang bisa beresiko tapi pada saat yang sama juga bisa menjadi shock terapi bagi si pembohong.

Demikian pembahasan kali ini mengenai bahasa tubuh, semoga pembahasan ini bisa bermanfaat! Nantikan bagian selanjutnya dari topik ini dalam postingan selanjutnya. Terima kasih.

Post a Comment