Sunday, January 5, 2014

KUMPULAN FAKTA UNIK - DIBALIK PEMBUATAN FILM DOKUMENTER ALAM LIAR

Kita semua pasti pernah menonton film dokumenter yang menyajikan tentang kehidupan hewan di alam liar di televisi bukan? Kebanyakan acara atau serial tv semacam ini biasanya dibuat oleh National Geographic, Animal Planet, Discovery Channel, dan BBC Natural History Unit. Berbagai film-film yang menunjukkan kerasnya hidup di padang dan hutan belantara, tidak jarang membuat kita terpukau. Namun pernahkah terpikir bagaimana cara kru film dokumenter tersebut membuat film mereka?

Gigih, inovatif, dan pantang menyerah - BBC Natural History Unit

Kru film BBC tengah memfilmkan kehidupan Meerkat (sejenis musang Afrika)
BBC Natural History Unit perusahaan produksi film dokumenter alam liar terbesar di dunia. Ratusan film-film alam liar telah mereka hasilkan, dan banyak dari karya mereka yang memperoleh penghargaan internasional. Salah satu dokumenter terbaik yang diproduksi oleh BBC adalah "Planet Earth". Serial TV dengan jumlah episode sebanyak 11 ini mencakup berbagai benua di bumi dan berhasil merekam beberapa perilaku langka dari hewan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Tentunya tidak mudah untuk melakukan itu. Kru BBC harus melakukan perjalanan ke berbagai tempat eksotis, terpencil dan juga berbahaya untuk mendapatkan rekaman yang mereka inginkan.
Macan Tutul Salju seperti terlihat dalam BBC Planet Earth
Tidak jarang untuk mendapatkan rekaman film yang bagus, kru BBC harus menghabiskan waktu lama menanti adegan yang diinginkan terjadi. Salah satu yang paling ekstrem adalah ketika mereka ingin memfilmkan macan tutul salju untuk episode 2. Kucing besar ini sangat langka di habitatnya, dan untuk bisa mendapatkan gambarnya kru BBC harus mendaki pegunungan himalaya yang terjal dan bersalju. Tapi pendakian itu masih belum seberapa dengan penantian yang harus mereka lakukan. Tidak tanggung-tanggung untuk mendapatkan beberapa adegan untuk macan tutul salju yang sedang berburu, kru tersebut membutuhkan waktu sampai 3 tahun! Namun hasilnya patut dikatakan bisa membanggakan mereka, karena itu adalah kali pertama kru film berhasil merekam macan tutul salju di alam liar. 

Kamera helikopter
Selain itu kru BBC juga berhasil merkam sejumlah adegan unik lainnya seperti kawanan singa yang memburu gajah, hiu putih raksasa yang meloncat setinggi beberapa meter untuk menangkap mangsa, kehidupan alam liar antartika, pertarungan beruang kutub melawan anjing laut walrus, dan merekam migrasi besar kawanan rusa karibu di Artik. Metode kru BBC untuk pembuatan film ini memang unik, selain memfilmkan secara biasa dengan seorang kameramen berdiri beberapa meter dari sang hewan merekam dari jeep, kru film juga melakukan perekaman dari atas helikoter dengan semacam kamera yang dipasang dibawah helikopter, kamera trap yang dipasang di tempat tertentu, dan metode timelapse yang memungkinkan penonton untuk menyaksikan siklus perubahan musim. Atas kerja keras mereka Planet Earth mendapat banyak penghargaan internasional, termasuk diantaranya yang paling bergengsi adalah BAFTA Awards dan Emmy Awards.

Hidup di padang belantara - Dereck & Beverly Joubert, National Geographic

Dereck dan Beverly Joubert
Hidup di padang belantara Afrika bersama dengan hewan-hewan predator sepertinya terdengar seperti ide yang gila, tetapi hal itulah yang dilakukan oleh pasangan suami istri dan pembuat film dokumenter Dereck dan Beverly Joubert yang menjalani kehidupan di padang rumput Afrika. Mereka adalah kru film National Geographic yang terkenal dengan film-film tentang kehidupan kucing besar Afrika yakni singa dan macan tutul.

Kawanan singa pemburu gajah yang difilmkan oleh Dereck dan Beverly
Beragam tantangan harus dihadapi kedua suami istri ini. Mulai dari cuaca di lokasi mereka yang kadang sulit ditebak, kondisi alam yang menantang yang menyulitkan mereka untuk bergerak dengan jeep, dan kehadiran "tetangga" mereka yang kadang agak usil. Pernah sekali mereka menemukan seeokar ular piton besar yang sedang melahap antelop di camp mereka, dan makanan mereka seringkali dicuri oleh hyena yang lapar. Tetapi kedua suami istri ini sudah terbiasa dengan gangguan semacam itu dan menganggapnya sebagai bagian dari pekerjaan mereka.

Macan tutul yang melindungi bayi baboon adalah salah satu adegan paling sulit dipercaya yang berhasil didapat oleh pasangan suami istri ini
Berbagai adegan unik berhasil ditangkap oleh kamera pasangan Joubert, mulai dari macan tutul yang melindungi seekor bayi baboon (Eye of the Leopard), pertarungan singa melawan kerbau (Relentless Enemies), perang berdarah antara kelompok singa melawan kawanan hyena (Eternal Enemies), kelompok singa pemburu gajah (Ultimate Enemies), sampai perjuangan bertahan hidup seekor singa betina yang sendirian untuk melindungi anak-anaknya (The Last Lions). Pasangan suami istri tersebut juga menjadi advokat untuk pelestarian kucing-kucing besar yang kini berada di ambang kepunahan.

Membiarkan si hewan "merekam" dirinya sendiri - John Downer Production

Terkadang seberapa pun beraninya seorang kameramen, ada pula rekaman video yang dirasa terlalu sulit untuk didapatkan, karena tingkat kesulitannya terlalu tinggi atau karena hewan yang direkam terlalu berbahaya. Tapi kru film dari John Downer Production punya solusi unik untuk memecahkan masalah tersebut, yakni dengan memasang kamera pada habitat hewan tersebut atau bahkan di hewan itu sendiri.
"Kamera gading" dipasang pada gading gajah untuk memfilmkan harimau di India
Kamera-kamera yang dipasang pada hewan ini sifatnya ringan, kuat, namun kamera itu tidak membahayakan keselamatan si hewan. Contohnya dalam serial Earthflight, yang memfilmkan burung-burung di alam liar, kru film memasangkan kamera pada burung tertentu dan kemudian melepaskan mereka kembali dan memungkinkan kru film untuk mendapatkan pemandangan dari langit lewat sudut pandang si burung. Kru film juga pernah memasangkan kamera pada gading gajah untuk merekam kehidupan sehari-hari harimau di India.

"Kamera burung" dipasang pada punggung si burung untuk mendapatkan sudut pandang dari burung tersebut.
Kru JDP juga menyamarkan kamera mereka sebagai objek alami dari sang hewan, misalnya menyamarkan kamera menjadi gundukan tanah, batu, es, dll. Bahkan terkadang mereka membuat tiruan hewan yang menyerupai aslinya yang berupa robot yang digerakkan dari jauh. JDP pernah membuat kamera berbentuk capung dan kamera berbentuk kura-kura untuk memfilmkan migrasi wildebeest dan zebra, kamera berbentuk telur untuk memfilmkan sarang penguin, dan kamera berbentuk kepala buaya untuk memfilmkan migrasi wildebeest di sungai Mara, Afrika. Yang paling ekstrem, kru JDP pernah merancang robot ikan hiu yang mampu meniru gerakan dan perilaku hiu asli, untuk merekam ikan-ikan hiu dari jarak dekat.
"Robo Shark" alias "Kamera Hiu"

Berbagai cara dan usaha dilakukan para pembuat dokumenter alam liar untuk bisa mendapatkan rekaman perilaku hewan yang unik yang biasa kita saksikan di TV. Tetapi mereka semua memiliki tujuan yang sama yakni, untuk menambah wawasan kita tentang keanekaragaman hayati dan menyadarkan kita akan pentingnya melestarikan keberadaan hewan-hewan tersebut agar kelak bisa disaksikan pula oleh generasi penerus kita.

1 comment:

siska said...

yuk gabung dengan kami situs judi online resmi dan terpercaya
dapatkan freechip setiap 1x24jam hanya di kelinci99:)

1 id bisa bermain semua game
sudah bisa menikmati lbermain casino secara live.
ditunggu apalagi,ayo buruan daftar
hanya dengan minimal deposit sebesar 20.000 dan withdraw sebesar 50.000
kami menyediakan bonus deposit dan juga bonus cashback sebesar 5%
Dengan Pelayanan Terbaik, Costumer Servis Yang Ramah Dan Profesional,
Dan Siap Melayani Anda 24 Jam NonStop Setiap Hari.
ada CS ANGELNA yang cantik...
www.kelinci99.org